Me with my friends :)

Pengikut

Search This Blog

Memuat...

Laporan Fisika Hukum Ohm


Laporan Fisika

HUKUM OHM












Disusun oleh :

                            Nama                   : Maya Afifah
                            Kelas                     : X-1
                            No.                        : 21


SMA Negeri 1 Kebumen
2011/ 2012
 I.            Judul Praktikum dan Tanggal Praktikum
a.       Judul Praktikum                   : Hukum Ohm
b.      Tanggal Praktikum               : 11 April 2012

II.            Tujuan Pengamatan
1.      Siswa dapat mengukur kuat arus listrik dengan menggunakan amperemeter dan mengukur tegangan listrik dengan menggunakan voltmeter.
2.      Siswa dapat menentukan hubungan antara kuat arus dan tegangan listrik pada suatu komponen listrik.
3.      Siswa dapat menentukan nilai hambatan suatu resistor dengan menggunakan hukum Ohm.

III.            Alat dan Bahan
1.      Amperemeter                                                          (1 buah)
2.      Voltmeter                                                               (1 buah)
3.      Reostat                                                                   (1 buah)
4.      Catu daya                                                               (1 buah)
5.      Lampu                                                                    (1 buah)
6.      Shunt Ampere                                                        (1 buah)
7.      Shunt Volt                                                              (1 buah)
8.      Kabel                                                                      (secukupnya)
9.      Hand Lamp                                                                        (1 buah)

Skema Alat
A
pada gambar di samping :
A  : amperemeter
V  : voltmeter
Vv   V

j
R  : reostat                                                                     
L  : lampu                                                                                                                               L
ԑ  catu daya (sumber tegangan variabel)                     
                                                                                      
                                                                                                        R                     ԑ
IV.            Landasan Teori
Aliran air pada suatu pipa akan sebanding dengan beda tinggi kedua ujung pipa. Semakin besar perbedaan ketinggiannya, air akan mengalir semakin cepat. Hal ini karena energy potensial air yang diubah menjadi energy kinetic semakin besar.
Hal yang sama berlaku juga pada aliran muatan listrik. Dengan kata lain, beda potensial sebanding dengan arus listrik yang mengalir dalam rangkaian. Misalkan, voltmeter disimbolkan V dan ammeter disimbolkan I. Dari kegiatan praktik tersebut dapat kita tulis :
 = tetap
Selanjutnya, simbolkan nilai itu dengan R sehingga kita peroleh hubungan :
 = R


atau
V = I R
Bentuk  persamaan ini pertama kali disimpulkan oleh seorang fisikawan Jerman yang bernama Georg Simon Ohm (1789- 1854) sehingga dikenal dengan nama Hukum Ohm
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa untuk beda potensial V yang tetap, makin besar nilai R maka makin kecil arus listrik I yang dihasilkan.
Fungsi R serupa dengan keran dalam saluran air minum. Jika keran diputar menutup, air yang mengalir keluar menjadi sedikit. Sebaliknya, jika keran diputar membuka, air yang mengalir keluar menjadi banyak. Seperti keran yang mengatur banyak atau sedikitnya air yang dapat mengalir, fungsi R adalah menghambat arus listrik. Oleh karena itu, R didefinisikan sebagai besaran hambatan listrik bahan. Dari definisi tersebut, hukum Ohm dapat dinyatakan sebagai berikut:
Kuat arus listrik sebanding dengan beda potensial yang diberikan dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian.
Satuan hambatan listrik adalah ohm yang dilambangkan dengan huruf  Yunani Ω (dibaca omega). Satuan itu juga dapat dinyatakan sebagai kombinasi satuan beda potensial dan kuat arus listrik.
R =
Dengan demikian,
satuan R =

                                                                         =

                                                                          = ohm


V.            Prosedur  Kerja
1.      Set peralatan seperti skema alat di bawah ini.
2.      Pilihlah tegangan sumber ( power supply) dengan 9 V.
3.      Pasanglah shunt ampere pada amperemeter sehingga bisa membaca arus yang lewat dengan skala yang sesuai.
4.      Usahakan agar lampu pada rangkaian menyala dulu dan jarum amperemeter bergerak searah jarum jam.
A



       l
R            ԑ
                               

5.      Setelah lampu menyala dan jarum amperemeter bergerak paralelkan voltmeter yang telah di pasang shunt volt dengan lampu, sehingga terbentuk rangkaian seperti di bawah ini.
A
Vv   V




                                                             L
R
 

                                              ԑ

6.      Usahakan jarum voltmeter bergerak searah jarum jam.
7.      Ubahlah atau geser rheostat sebanyak 6 kali sehingga diperoleh 6 data dari amperemeter dan voltmeter. Setiap menggeser reostat nilai amperemeter dan voltmeter pasti berubah, catatlah data tersebut ke dalam table.
8.      Masukkan data yang diperoleh kedalam tabulasi berikut.

Pergeseran Reostat
Kuat arus (ampere)
Tegangan (V)
1


2


3


4


5


6



9.      Buatlah grafik V-I yang diperoleh untuk masing- masing pergeseran reostat.


VI.            Hasil

Ø Data Pengamatan

Pergeseran Reostat
Kuat arus (ampere)
Tegangan (V)
Hambatan (R)
1
 x 1 = 0,38 A
 x 5 = 4,5 V
 = 11,84 R
2
 x 1 = 0,34 A
 x 5 = 3,6 V
 = 10,59 R
3
 x 1 = 0,3 A
 x 5 = 2,95 V
 = 9,83 R
4
 x 1  = 0,26 A
 x 5 = 2,1 V
 = 8,07 R
5
 x 1 = 0,24 A
 x 5 = 1,9 V
 = 7,91 R
6
 x 1 = 0,2 A
 x 5 = 1,7 V
 = 8,5 R






Ø  Gambar grafik hubungan V- I






                                                                                                                                                                                                                                                                               
       


                                                                                                                                            I (Ampere)

Analisis Data :
Dari grafik diatas ternyata dapat dilihat bahwa besarnya nilai I sangat mempengaruhi besarnya nilai V. Nilai I berbanding lurus dengan nilai V. Semakin besar kuat arus (I) suatu rangkaian listrik maka semakin besar pula tegangan listrik (V) untuk membuat lampu menyala.
Besarnya nilai R berbanding lurus dengan besarnya nilai Vdan berbanding terbalik dengan besarnya nilai I. Semakin besar tegangan listrik (V), maka hambatan penghantar listrik tersebut (R) akan semakin besar. Sebaliknya, semakin besar kuat arus listrik (I), maka akan semakin kecil hambatan penghantarnya (R).
Hubungan ketiganya sesuai dengan “ Hukum Ohm “, yang berbunyi :

V = IR







VII.            Pembahasan
Pada percobaan tersebut dapat diketahui bahwa Hukum Ohm menyatakan bahwa kuat arus listrik (I) sebanding dengan beda potensial yang diberikan dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian (R)  dapat disimbolkan dengan :
V = I R
Tanpa disadari Hukum Ohm tersebut berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya pada kegiatan praktikum tersebut. Hasil praktikum tersebut menyatakan bahwa hukum Ohm tersebut benar-benar terbukti kebenarannya.
Hubungan antara kuat arus (I), tegangan (V), maupun hambatan rangkaian (R) saling mempengaruhi satu sama lain. besarnya nilai I sangat mempengaruhi besarnya nilai V. Nilai I berbanding lurus dengan nilai V. Semakin besar kuat arus (I) suatu rangkaian listrik maka semakin besar pula tegangan listrik (V) untuk membuat lampu menyala.
Besarnya nilai R berbanding lurus dengan besarnya nilai Vdan berbanding terbalik dengan besarnya nilai I. Semakin besar tegangan listrik (V), maka hambatan penghantar listrik tersebut (R) akan semakin besar. Sebaliknya, semakin besar kuat arus listrik (I), maka akan semakin kecil hambatan penghantarnya (R).
Pada percobaan ini, data hasil pengamatan kami kurang akurat. Adapun kesalahan- kesalahan dalam percobaan dapat disebabkan karena :
*      Alat yang digunakan untuk percobaan kurang berfungsi dengan baik ataupun sudah rusak
*      Kurangnya ketelitian dalam membaca alat ukur
*      Kesalahan praktikan dalam pengukuran dan penghitungan
*      Factor lingkungan

VIII.            Simpulan
Setelah melakukan praktikum tersebut, dapat disimpulkan bahwa Hukum Ohm menyatakan bahwa kuat arus listrik (I) sebanding dengan beda potensial yang diberikan dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian (R)  dapat disimbolkan dengan :

V = I R


IX.            Daftar Pustaka
Ø  Abdullah,Mikrajuddin.2006.IPA Fisika SMP dan MTs Jilid 3 untuk Kelas IX.Jakarta:Esis
Ø  Kanginan,Marthen.2006.Fisika untuk SMA Kelas X Semester 2.Jakarta:Erlangga
Kebumen, 09 Mei 2012
Praktikan,


Maya Afifah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar